Updates from Tian Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • Tian 8:57 am on April 27, 2009 Permalink | Reply  

    Don’t push this button 

    Don’t push this button761911_red_button

    Apa yang akan kalian lakukan klo melihat tulisan itu di samping sebuah tombol merah???

    Penasaran dan diem di situ, mikir sambil merenung, makin diliatin tombol itu atau langsung lari meninggalkan tombol itu tanpa pikir panjang.

    Wah..wah…wah…. gimana yah enaknya, diapain tuh tombol, apa yang bakalan terjadi klo dipencet yah, dan berbagai pertanyaan lain pastinya memenuhi otak kita semua.

    Yah itulah manusia (termasuk diriku juga..) punya penasaran yang besar apalagi klo dihadapin sama yang kayak gituh. Semakin lama kita ngeliatin tombol itu pasti semakin penasaran kita dan semakin besar peluang kita untuk nekad memencet tombol itu. Padahal jelas-jelas ada larangan untuk ga memencet tombol itu yah.

    Semakin gede larangan ituh ditulis, semakin kita pengen memencet tombol itu, kenapa yah? Apa karena penasaran? Apa karena memilki jiwa adventure yang gede? Apa karena pengen iseng aja? Atau karena alasan yang lain-lain?

    Percaya atau engga hal seperti ini udah jadi sejarah panjang manusia, bahkan dari mulai adanya manusia pertama yaitu adam dan hawa. Inget kan waktu mereka dilarang sama God makan buah pegetahuan yang baik dan jahat, bukannya langsung menghindar dari buah itu tapinya malah deket-deket, pada akhirnya sedikit bujukan dari ular akhirnya dipetiknyalah buah itu dan dimakan udah gitu dikasiin ke adam pula. Jadilah mereka berdua menyadari dirinya telanjang dan berbuat dosa.

    Jadi apa sih yang menyebabkan kita semakin dilarang semakin nekad untuk mencobanya, apa karena dosa yah… eitsss nanti dulu, coba cek kembali, apa waktu adan dan hawa baru tertarik sama buah itu mereka udah berdosa, apa sebelum makan buah itu mereka udah jatuh dalam dosa…… mmmm…. aku tidak akan mengatakan iya atau tidak, tapi mau ngajak kalian semua berpikir akan hal ini. Berdosa ga yah mereka kira-kira???

    Klo menurutku sebenarnya yang membuat rasa penasaran itu bukanlah dosa, tapi bagiku justru rasa penasaran itulah yang merupakan anugrah, masih ingat dengan free will, kebebasan yang diberikan oleh Pencipta kita. Aku rasa itulah yang menimbulkan rasa penasaran dan malahan mau mencoba atas suatu larangan. Jadi bingung yah, kenapa God captain atau ngasih kita free will klo akhirnya kita jadi jatuh dosa karena itu? Padahal bisa ajah kan God memprogram kita supaya manut ‘n bilang “engeh” sma semua perintahnya??

    Satu hal yang aku yakini banget klo sebenarnya God mau kita ikut Dia atau menjauhi larangannya dengan sebuah kesadaran yang besar dan sebuah pilihan yang kita pilih. Nah itu yang bikin God bangga sama kita. Memang hampir semua manusia pasti lebih memilih untuk Push the botton, tapi bukan semua manusia. Masih ada kok yang lebih baik menghindar dari awal, ada juga yang tetep tinggal untuk memilih dan akhirnya memilih pergi dari situ, dan ada juga kok yang tetap tinggal untuk memperingatkan orang-orang yang melihat hal yang sama itu dan meyakinkan untuk tidak Push the botton itu.

    Nah sekarang tinggal pilih deh, kita tipe yang mana, kita lebih milih yang mana. Karena pada akhirnya setiap pilihan kita memiliki konsekuensinya masing-masing, dan yang membuat aku sangat bersyukur adalah walaupun God ngasih free will untuk memilih, tetapi secara langsung atau tidak Dia seringkali mengingatkanku akan sebuah akibat dan akan sebuah pilihan yang tepat, yah walaupun pada akhirnya tetap aku yang menentukan keputusan.

    Jadi seandainya kalian melihat DON’T PUSH THIS BUTTON, apa yang akan kalian lakukan ?

    Dan klo kalian melihat DON’T DO THIS SIN, apa juga yang akan kalian lakukan ?

    Buatlah piliahan yang tepat

    don__t_push_the_button_by_muu_cow

    By : Tian_KSW

    Advertisements
     
    • riuw 11:17 am on April 27, 2009 Permalink | Reply

      mantaps tiang…
      yup..yup..yup.. yaahh sperti yg sering gw katakan. life about choices “yes” or no, “now” or never.

    • lunniey 10:20 am on April 28, 2009 Permalink | Reply

      huaaa iya yah.. kya penyakit manusia banget tuh.. makin dilarang, makin penasaran.. Apalagi anak2 muda… huih makin banyak larangan dari orang tua, makin pengenlah mereka mencoba…

      Menurut gua sih itu karakter yang diturunkan Adam dan Hawa, karena meraka dah jatuh dalam dosa.. akhirnya smpe sekarang begitulah kecendrungan manusia terhadap dosa… Kalo kaya gini kita harus sering2 nyangkal daging, karena kemauan berbuat dosa kan datang dari keinginan daging kita …

  • Tian 5:55 pm on April 24, 2009 Permalink | Reply  

    -KomBis Oh Kombis- 

    Ackh…. ngepost ahhh……

    Dah lama tak ber-share….. terlalu lama berkutat dengan materi perbankan (dalam rangka UTS nii…) bikin puyeng juga.

    Mo sharing tentang apa yang gw pelajari ajah yah di hari terakhir gw Uts…. jangan bosen dulu, simak bae-bae nih !!!

    Hari terakhir gw uts adalah kombis, yaitu komunikasi bisnis, nii paling bikin puyeng gw blajarnya, bukan karena materinya susah, tapi karena gw jarang masuk pas matkul ini, selain karena telat ‘n sering jadi hari males juga (jangan ditiruh youh….bad habit niy…). Dan ternyata setelah semalaman bergumul dengan kertas fotocopian, nyesel banget dah gw ga ikutan matkul ini. Ternyata ilmunya banyak, apalagi tentang komunikasi, yang sangat diperlukan sama kita semua dalam menjalin relasi or persahabatan.

    mls

    Yang bikin gw penasaran pas baca tentang konsepnya Johari window, mengenai pengenalan diri dan orang lain. Jadi dibagi menjadi 4 quadran yaitu :

    • Public area (saya tahu, orang lain juga tahu),
    • Hidden atau Façade (saya tau, orang lain tidak),
    • Blind Spot (saya tak tahu, orang lain tahu),
    • Dan yang trakhir adalah Unknown atau undiscovered (saya tidak tahu orang lain juga tidak tahu).

    Nah dari pembagian kuadran-kuadran ini, maka dikenal 4 tipe manusia :

    • Tipe penyendiri (Loner) cirinya tertutup, tidak berani mengambil resiko, konsep dirinya terbatas dan hanya berorientasi pada tugas;
    • Trus tipe Penggaya (exhibitionist) cirinya banyak bicara tetapi tidak mampu memperhatikan reaksi orang, perfectionis, percaya diri berlebihan;
    • Tipe Detektif, cirinya pintar mencari informasi dari orang, pendengar yang baik tapi kurang produktivitasnya;
    • Dan yang terakhir adalah tipe berpikiran terbuka, mampu berkomunikasi secara baik hubungan dengan orang lain akan efektif dan produktif.

    Hahahhahhaa… masih menyimak toh….jangan bosen toh, kuliah dikit ajah kita…hahahhaha….

    Ternyata mengenal karakter orang, apalagi yang terdekat dengan kita memiliki sebuah misteri tersendiri lho. Kenapa?? Karena memahami karakter bukanlah hal yang gampang atau sepele, butuh waktu, tekad, niat dan sebuah hubungan.

    Coba ajah, klo kita mandangin orang yang abru kita kenal selama satu jam nonstop, kira-kira langusung tau kaga karakternya??? Hahahahha… paling yang ada disamperin n dibentak “APA LIAT-LIAT”…..untung ga dilaporkan pihak berwajib.

    Mempelajari karakter adalah seni, tapi coba liat deh, walaupun udah kenal, deket bahkan temenan beratus taun cahaya (hiperbol deh !!! hahahhaa) tetep aja tapi ga kenal masing-masing karakternya, dan yang paling parah sih, ga tau apa karakter dirinya yang sebenarnya…waduh…waduh……  makanya belajar karakter ntu seni, dan tak semua orang suka seni, betul???

    KLo yang aku tau sih baru yang sangguinis, melankolis, flekmatis dan koleris. (di FB ada testntya tuh, tapi ga tau deh akurat apa kagak) Trus ditambah yang 4 tipe diatas dari johari, dan ternyata klo mendalami ilmu psikologi masih amat banyak (aye ndiri ajah lum paham bener…).

    Tapi yang terpenting bukan hanya tau sebanyak apa karakter manusia, tetapi bagaimana saling menghargai karakter itu sendiri, karena memang salah satu syarat komunikasi yang baik adalah mengetahui dan saling memahami ego dan karakter masing-masing, bukan memaksakan.

    N then satu lagi, namanya karakter ga ada yang sempurna, pasti masing-masing punya kelebihan dan kekurangan, masalahnya adalah apakah kita mau menerima kekurangan karakter yang lain dan melengkapinya dengan karakter kita.

    Dan bagaimanapun juga lambat atau cepat karakter kita akan dibentuk atau terbentuk dengan sendirinya.

    Dan yang jadi pertanyaan, apakah dan siapakah yang kalian izinkan untuk membentuk karakter kalian semua??

    Klo aku sih lebih milih untuk menjadi karakter yang disempurnakan, tentunya oleh Bapa di surga dunk.

    Karena Tua itu pasti Dewasa adalah pilihan,

    ..Ya tohh..

    By : Tian

     
    • riuw 3:02 pm on April 25, 2009 Permalink | Reply

      gmn UTS’a tiang..? yakin niy nilai2’a mantap2.. 😀

      hehehe… tiang.. matkul kombis tuh matkul yg gw suka louh.. xD
      tapi udah rada2 lupa jg gw materi’a apa.
      kadang, qt pst suka kesel ama karakter seseorg yg gak qt suka. karna apa tu t’jadi..? mnrt gw karna qt slalu brusaha memaksa/b’pikiran orang lain tu sama ama diri qt. hhuufff… ada lagi tu type org yg ekstrovert (t’buka) n introvert (t’tutup) xD
      yup hrs ada’a saling m’hargai stiap karakter n gw yakin God pny tujuan yg t’baik dari stiap karakter itu sendiri.

      kesimpulan’a.. “ttp jadi diri sendiri :D”
      hahahaha….

    • lunniey 3:47 pm on April 26, 2009 Permalink | Reply

      Gua juga suka tuh memperhatikan karakter orang.. karena dgn memperhtikan karakter orang kita bisa ngerti gimana ngadepin orang itu… dengan demikian kalo orang itu punya masalah kita bisa tau konseling yang tepat…

      Eniwei.. tapi bnr yang tian blg trkhir.. sebagai anak2 Tuhan sbenernya kalo kita sih harusnya punya karakter yang disempurnakan… jadi semua kelemahan2 karakter yang kita miliki harus dihilangkan supaya semakin lama semakin sempurna sperti Yesus tentunya 😀

  • Tian 2:17 pm on April 9, 2009 Permalink | Reply  

    -Akhirnya aku tau apa bagianku- 

    Belajar dari buletin, yah itu yang lagi gw pelajari akhir-akhir ini.

    Apa maksudnya yah…

    For info, buletin kita udah terbit lho,  nah yg mau gw critain ini adalah apa yg terjadi selama prosesnya. Yuph sepeninggalan salah satu sahabat kita, bukan berarti buletin harus ga jalan donk. Dan setelah beberapa bulan tak cetak, akhirnya tuk bulan ini harus cetak. Mulai dari pendoaan, ngumpulin artikel, design, hingga finishing harus kita lakukan tanpa bro yg satu itu.

    lonelinessDan jujur, gw baru ngerasain betapa beratnya mengemban tugas yg tadinya kita percayakan sama bro kita yg satu itu. Bener-bener bukan hanya butuh komintmen ajah, tapi waktu, tenaga, kondisi fisik bahkan kondisi iman sangat diperlukan. Dan setelah mengalami hal itu, yah akhirnya jadilan buletin tetapi dengan kondisi gw yg akhirnya agak kecewa, karena banyak kesalahan di sana-sini.

    Ternyata sangat mudah bagi kita untuk menuntut orang melakukan ini itu sebelum kita merasakannya sendiri. Kadang kita (atau gw) seringkali menuntut orang lain melakukan bagian kita, yg bahkan kita sendiri ogah ngelakuinnya. Yuph akhirnya gw sih mencoba untuk mengerti banget besarnya pengorbanan saat mencurahkan seluruhnya untuk terciptanya sebuah buletin. Menuntut untuk dimengerti tanpa mau mengerti orang lain terlebih dahulu, bahkan yg lebih parah lagi menuntut orang lain mengerti diri kita, tanpa kita mengerti diri sendiri…wahhhhh egois sekali yah…..

    Dan setelah naek cetak, ternyata ada kesalahan, dan jujur aja sempet bikin kecewa, agak ngedown, dll. But malemnya gw diingatkan akan arti mengerjakan apa yang jadi bagian gw seluruhnya, Tuhan akan mengerjakan yang jadi bagianNya. Bagian gw adalah mengejakan kerinduan yang ada di hati gw, buat buletin bulan ini dan harus jadi secepatnya supaya dapat dibagikan. That’s it, itu ajah !!! tapi justru selama proses pembuatan gw banyak mikir macem-macem, mikir gimana reaksi orang yang ngeliat design pertama kali-lah, mikir gimana orang nyengar nyengir baca tulisa gw-lah, mikir akan ada banyak orang yg sms gw tentang Fos, dan berbagai pikiran lainnya. Dan praise God, Dia ngingetin gw klo gw hanya harus melakukan yang jadi bagian gw, ga lebih ga kurang. Sisanya biar Tuhan bekerja. Dan klo gw melakukan itu, pasti deh ga akan ada kekecewaan.

    Mungkin klo gw berada di Zaman Yesus berada, dan termasuk di dalam 12 muridnya (mungkin Tian orang zelot kali…hehehhe…), gw akan bilang ” Tuhan biarlah salib itu aku yang nanggung” atau “Salibkan aku di samping salibMu.”. Pengen ikutan ngerasain gimana penderitaan salib, pengen ikutan diliat orang di atas kayu salib dan ke-pengen-an yang lainnya padahal bagi kita memberitakan salib itu sendirilah yang menjadi bagian kita.

    Ingin lebih dan lebih lagi, yah sifat dasar manusia banget yah, makanya ada teori ekonomi yang bilang klo masalah terbesar ekonomi adalah kebutuhan yang terbatas berbanding terbalik dengan alat pemenuhan kebutuhan yang terbatas. Yah toh….

    Tuhan tegor gw, karena gw menginginkan apa yang jadi bagian Tuhan, gw inginkan sedikit kemuliaan aja dari Tuhan, sedikit pengakuan aja dari mulut manusia. Walaupun hanya sedikit tetap aja namanya mencuri kemuliaan Tuhan. Dan itu yang menbuat adam dan hawa jatuh ke dalam dosa toh !!!

    Thanks God untung Kamu tegor aku….

    Dan sekarang gw mau melangkah dengan suatu prinsip baru, melakukan apa yang jadi bagian gw sepenuhnya tanpa menuntut sesuatu yang jadi bagianNya Tuhan. Mo belajar percaya penuh dah dan pengendalian diri. Karena memang seharusnya ALL GLORY MUST BE TO THE LORD !!!

    Yahh…sekian curhatan dari gw…hahahaha…. inilah setitik kehidupan yg bisa gw ceritain niy…..tenang ajah ni bukan yang terakhir kok, karena Tuhan belum akan berhenti berkarya dalam kehidupan kita, dan selama Tuhan masih berkarya akan banyak tulisan dan kisah yang dapat dibagikan.

    Oke deh,  GBU all

     
    • lunniey 2:42 pm on April 9, 2009 Permalink | Reply

      Huaaaa akhirnya selesai juga buletin kitaa… Puji Tuhan 🙂
      Dan ternyata sebelum terbit pun buletin kita udah jadi berkat yup ^^
      terutama buat lo… kita jadi sama2 belajar dari renungan lo kali ini…
      Thanks Tiung :))
      Hohoho…..

    • Tian 3:30 pm on April 9, 2009 Permalink | Reply

      yuph…. moga memberkati yang laen juga deh… ni buletin dah didoain kok, jadi dah menyerahkan sepenuhnya untuk God bekerja….hehehehhe….
      tiung…tiung…tiung….
      makin buanyak ajah nama samaran gw…hehehehehhehe

    • riuw sinaga 7:46 am on April 10, 2009 Permalink | Reply

      siipp.. mantabs dah calon adik ipar’a k’ia ini. hehehe….
      smangatz ya tiang (gw ttp lebi seneng manggil lu tiang , dampak’a kan adik gw ntu jd ikut2an :P)
      bener tiang, slalu ada bagian’a Tuhan. gw slalu di ingetin ama si koteng soal ituw.
      waa.. skrg si nyun manggil gw bukan k’ia lg, tapi k’iuw.. haduhhh nama baru lagi xD

    • Tian 10:59 am on April 10, 2009 Permalink | Reply

      hahahahha… buanyak kali nama barunya….hehehhehe…..
      kakak ipar??? kakakroto kali…hehehehe… (pilm songoku tuh tau ga…hehehehe…)
      blum saatnya jadi ade iparmu, nanti dah tunggu ajah… comming soon…hehehhe….

c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel
%d bloggers like this: