Gw benci kalau berhenti berusaha

Gw benci kalau berhenti berusaha

Sudah dua bulan lebih gw ngejalanin kuliah sambil kerja. Gw melanjutkan cita-cita gw yang tertunda tahun lalu, and sekarang gw sudah mewujudkannya serta sedang menjalankannya. Tadinya gw pikir, kalau ngelanjutin extensi program sarjana (akuntansi) di universitas swasta agak ringan dibandingkan universitas negeri seperti UI. Ringan sih, tapi hanya dari segi “hari kuliah” karena gw ngambil kelas karyawan (jumat, 17.00-21.00 and sabtu, 08.00-17.00) and judulnya saja yang kelas karyawan tapi secara general seperti kelas reguler. Karena hari sabtu kantor gw juga masuk kerja, konsekuensi yang harus gw tanggung adalah membayar jam kerja selama 4 jam setengah. Gw biasanya stiap hari senin dan selasa jam 7 malam baru keluar kantor, sampailah di kosan jam 9 malam (lelah skali rasanya). Hari-hari lain baru deh gw pulang jam setengah 6 an. Terlihat masih banyak waktu, tapi gw udah bagaikan zombie. Yup zombie, bener-bener nonstop. Ternyata tugas kuliah gw segudang alias gak terhitung banyaknya (lebay.com). tapi beneran. Mulai dari tugas presentasi, tugas-tugas individu. Ya ampun stiap kali pertemuan kudu ngumpulin tugas. Kapan gw belajarnya? (–‘’). Gw pengen dalam sehari nggak hany 24 jam, tapi ditambah jadi 30 jam. Agar gw bisa tidur cukup, bisa baca buku, bisa menulis liputan FEC yang masih ketunda, bisa melakukan hal-hal lain.

Aduuuuuhhhh gw pengen banget keluar dari kerjaan gw and Cuma kuliah saja. Tapi gw gak mau, karena gw mau punya pengalaman kerja yang banyak. Rasanya gak mungkin kalau gw mengerjakan 3 hal yang berbeda dalam waktu bersamaan. Padahal udah sedemikian rupa gw berusaha menyusun jadwal. Tapi tetep aja banyak yang “terabaikan” (bukan dalam arti yang sebenernya).

Belum lagi gw system paket, jadi 1 setengah bulan sekali gw UTS and 1 setengah bulan berikutnya gw UAS. Belum lagi tugas and banyak amat yang harus gw pelajari. Tiba saatnya hadiah bakal gw terima yaitu nyelesein kerjaan di kantor sebelum libur lebaran dan hari jumat dan sabtu ini gw Uas. Pernah mengalami seperti saya? Orang kuliah doang diluar sana aja banyak teriak saking disibukan oleh tugas-tugas kuliah. Kadang yang Cuma kuliah doang suka bilang “aduh, gw sibuk. Banyak tugas. Gak sempet inilah, gak sempet itulah bla bla bla bla”. Belum lagi temen dikantor gw yang suka pada sakit. Selalu mengeluh karena sakit. Hei girls, secara timbangan berat badan and fisik lebih sexy and lebih gemuk elu-elu pada dah, tapi koq mudah terserang penyakit yah, padahal kerjanya Cuma sebagai karyawati. Belum lagi yang mengeluh kalau berjuang pulang pergi kampus-rumah or kantor rumah salah satu hal mereka-mereka kurang bersyukur masih bisa tinggal bareng keluarga. Rasanya gw pengen teriak di atas gunung sinabung (hehe) and berkata : woi, gw yang ngekos ngurus semua serba sendirian plus kerja plus kuliah belum lagi embel-embel yang lain aja bisa lebih sehat and lebih kuat koq (gak pake sombong ngomongnya) kalau kata bro henri :hammer:

Stop! Stop Ria, stop! Nggak ada gunanya untuk mengeluh apalagi bersungut-sungut. Nggak ada gunanya membandingkan hidupmu dengan hidup mereka di luar sana. “Gw benci kalau berhenti berusaha”, harusnya kata-kata itu yang gw update terus. Life is about moving on, moving on and moving on. Life is about moving on di tambah kata-kata sakti dari kak Ferry Felani “moving forward yah” =D mantab.

Hidup hanya dengan mengeluh, tidak akan menginspirasi orang-orang di sekelilingku. Gimana mau menggenapi apa yang Tuhan katakan dengan menjadi inspiring women tapi kelakuan gw hanyalah mengeluh^^. Padahal mah baru kayak gitu doang, belum sesibuk para menteri-menteri negara yang bisa ngurusin negara, keluarga, pergaulan dll.

Kalau inget video dari kak Oky waktu FEC yang memberikan 3 C. Gw sangat ditegur and mau berpengang teguh dengan C yang kedua yaitu comitment. Jika gw jalanin semuanya sungguh-sungguh berkomitmen, pasti semua bisa gw jalani & akan baik-baik saja. Toh seperti yang di katakan bang sigit: saya bekerja karena cinta dengan Tuhan, saya belajar karena cinta dengan Tuhan, saya pelayanan karena cinta saya dengan Tuhan. Karena Tuhan duluan yang mencintai saya, saya bebas menelpon Dia, meng sms Dia, chat dengan Dia, kirim email ke Dia. Nggak hanya itu saja, saat bersamaNya dengan bebas juga mengekspresikan apa yang kita rasakan, mau tertawa, terseyum, terharu atau menangis coz crying has never been an indicate that you are weak…since birth, it has been a sign that you are alive^^.

Selamat menjadi wanita karir yang teladan yah ria, selamat menjadi calon sarjana yang bukan asal sarjana and selamat melayani Tuhan. Karena semua bukan kebetulan buat gw harus bekerja di kantor yang sekarang, kampus yang sekarang and komunitas yang sekarang, kosan yang sekarang semua yang terbaik^^ dan gw yakin di dalam waktu gw yang teramat sempit makin banyak hal-hal berguna yang bisa gw lakukan.

Advertisements