point point positif

Demam bola, termasuk gw salah satunya. Kalau dipikir-pikir jarang cewek yang suka nonton bola (kecuali pacarnya sendiri yang tanding :p), Hahaahaaii maybe gen dari bokap gw lebih dominan kali yah. Gw inget banget waktu gw pertama kali ngekos tahun 2005 gw belum punya TV sendiri. tapi pas tahun 2006 ada wolrd cup baru deh bokap gw beliin TV buat di kosan,hehe. Secara kalau soal bola, bokap gw dukung saja yang penting putrinya gak nonton sinetron, begitu kira-kira pendapat bokap gw.

Pertandingan demi pertandingan seru terjadi dan gw bener-bener menikmati, mengamati dan memperhatikan. Gw sendiri jagokan spanyol, inggris dan brasil (banyak amat bu). Tapi sayang inggris udah kalah sampai-sampai ada kejadian yang gak harusnya terjadi. Yup, wasit yang mewasiti jerman VS inggris asal uruguay tewas tertembak orang yang tidak dikenal saat usai pertandingan dengan skor 4-1. Rasa sakit hati saat wasit tidak mensahkan gol dari lampard(Eng) dan dampaknya tuh wasit harus kehilangan nyawanya (ironis). Kekalahan inggris juga buat beckham sedih, haha. Belum lagi ada kejadian mas david villa(spain) gak sengaja menampar pemain asal honduras karena kakinya ke-injek. Haduh ada-ada aja yah kalau soal pertandingan. Belum lagi soal italy yang kalah sampai nangis gitu. Yup, negara besar and finalnya world cup 2002 gitu, masa’ sih kudu cepet-cepet mudik. Hohoho, keasikan cerita soal world cup niy gw =p

Oks deh, sebenernya apa sih gunanya nonton sepak bola? Kenapa sih banyak yang doyan khususnya para laki-laki? Saat gw mulai suka nonton bola di world cup 2002 sampai saat ini, ternyata banyak hal-hal positif yang di dapat. Ada beberapa point yang gw rasakan, amati, perhatikan. Point-point positifnya…

–          Berjuang menggapai kemenangan. Yup, kalau mau menggapai kemenangan, pasti kudu berjuang. Bayangkan saja kalau semua pemain bola pada diem atau lengah dan ogah-ogahan dalam bermain, pastinya gak akan mendapatkan hasil yang maksimal. Kalau gw suka perhatiin ada beberapa pemain yang slalu berdoa singkat saat memasuki lapangan bola. Begitu juga hidup kita. Saat kita ingin menang dalam pekerjaan, pelayanan, study dll semua pasti membutuhkan perjuangan. Iman tanpa perbuatan akan mati. So, kudu berjuang juga.

–          Menjalani proses demi proses untuk mencapai sukses. Sabar menjalani proses. Kalau dalam pertandingan bola ada kurang lebih 90 menit. Yah slama itulah berjuang dan menjalani proses mencapai kesuksesan dalam bertanding. Hidup kita juga seperti itu. Bagaikan sebuah pertandingan bola. Kuat dalam menyerang dan juga pertahanan (pemain belakang) kudu kuat dan tangguh juga. Jangan sampai lengah karena musuh bakal manfaatin keadaan itu, yup dalam hidup juga jangan sampai kita lengah apalagi dengan namanya si iblis 😀

–          Berlomba-lomba tampil menjadi yang terbaik dan pencetak gol terbanyak. Seperti david villa, messi, casillas, ronaldo, klose, rooney, huguain, sederetan bintang sepak bola yang berprestasi dalam menjadi yang terbaik dan pencetak gol. Pertandingan butuh strategi dan inisiatif yang mantab. Sperti saat villa mau memasukan bola ke gawang portugal, strategi dan inisiatif yang mantab bola yang dikira bakal ke depan eh tahu-tahunya di bawa kebelakang lalu putar ke samping and menghasilkan gol. Sebagai anak Tuhan, pastinya kita gak mau kalah dalam menyusun strategi dan inisiatif.

–          Menjadi teladan. Untuk hal yang satu ini pastinya kita udah paham. Sikap dan perkataan saat bertanding mencerminkan karakter.

–          Pantang menyerah. Kalau saja negara-negara yang kalah pada memutuskan untuk tidak pernah ikut wolrd cup lagi, hahaha mau jadi apa yah? Hehe. Mau kalah atau menang gak pernah menyerah, sapa tahu world cup berikutnya bisa jadi pemenangnya 😀

–          Harus cepat dalam menganbil keputusan tanpa membahayakan. Ketika bola berada di kaki kita, apa yang harus kita lakukan? Apakah di oper ke belakang, samping or depan partner kita atau kita sendiri yang mencoba mencetak gol. Keputusan yang tepat dapat membawa dampak yang baik J

–          Cepat mengampuni lawan/musuh. Seberapa diantara kita yang cepat mengampuni dan melupakan? Hal yang paling gw kagumi saat pertandingan bola dunia gak ada yang namanya berantem layaknya PERSIJA. Kalau kita perhatikan pertandingan demi pertandingan bola dunia pasti ada yang namanya sikut-sikutan, dorong-dorongan, tarik baju lawan, tendang sana sini dan itu menyakitkan sampai-sampai bisa jatuh bahkan cidera. Tapi kenyataannya tetep sportif, dalam akhir pertandingan tetep tuker-tukeran baju 😀 coba kita, liat mukanya saja rasanya kesel, boro-boro tukeran baju 😀 terlebih lagi mendoakan..

–          Berbesar hati menerima kekalahan & membenahi yang perlu di benahi. Negara apapun yang kalah, pasti mau bersalaman sama tim yang menang dan gak hanya itu saja bahkan pelukan persahabatan pun mau mereka lakukan. Serta membenahi yang perlu membenahi. Contohnya david villa minta maaf sama orang yang gak sengaja doi tampar pas pertandingan dan tukeran baju pula, hahhaai.

–          Berani menerima apapun resikonya. Kalau melakukan kesalahan, terimalah resikonya seperti dapat kartu kuning/merah^^

–          Tim work/setia kawan/trust your friend. Tim matador yaitu spanyol strikernya ada david villa saat ini yang unggul. Tapi doi gak pernah mau kerja sendiri. saat melawan chili, gol kedua di cetak oleh iniesta(spain) karena kontribusi dari villa. Yup kuncinya tim work dan trust your friend.

–          Bangkit dari kekalahan. Beberapa negara ketika kalah mereka jarang menyesali yang udah terjadi, tetapi mereka smangat membuat strategi baru untuk bangkit dari kekalahan. Yup, kekalahan bukan akhir segalanya.

–          Mengharumkan bangsa dan negara. Oh Jesus beruntung skali ketika seseorang berkesempatan mengharumkan bangsa dan negaranya di mata dunia. Kiranya anak-anak Tuhan khususnya di Indonesia dapat mengharumkan negara dan menjadi berkat dari hal kecil dengan membawa perubahan yang besar.

Intinya kalau iklan Visa kata-katanya seperti ini : 4 tahun skali di pertemukan untuk bertanding pada akhirnya tidak peduli siapa yang menang yang pasti bola telah mempersatukan dunia. Wow, keren seperti FEC yang setahun sekali mempersatukan anak-anak mudanya Tuhan. Intinya beberapa point positif yang cukup menyita waktu para pembaca ini bisa di terapkan di kehidupan sehari-hari. Saya sendiri juga terus belajar dan jika point-point positif ini makin mantab berhasil saya praktekkan, semakin lengkap saya disempurnakan olehNya =)

Advertisements