Again for Richis^^ – Status dan Saldo

Kali ini Pdt. Erastus Sabdono  membahas mengenai Status & Saldo. Bukan status perkawinan apalagi status facebook yah!^^ Tapi status yang sangat amat penting! Yaitu status sebagai anak-anak Allah. Untuk saldo juga bukan saldo rekening di bank, tapi saldo kita di surga ^^

Tidak banyak yang menyadari betapa luar biasanya menyandang status sebagai anak-anak Allah seringkali mereka hanya menganggapnya sebagai hal yang biasa. Seseorang yang tahu betapa luar biasanya status ini akan melakukan apa saja untuk menjaga martabat sebagai anak-anak Allah, mereka akan ‘memaksimalkan potensi’ yang diberikan Tuhan untuk hidup sebagai anak-anak Allah.

Yohanes 1:12-13

“Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. “

Di ayat 12 dikatakan bahwa kita diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, inilah yang luar biasa, berbicara mengenai status berarti juga berbicara mengenai ‘kuasa’ yang menandakannya. Namun seringkali, ‘kuasa’ ini sering disalahartikan. Banyak yang menilai status sebagai anak-anak Allah ditunjukkan hanya dengan perkara-perkara jasmani. Hal ini menandakan ketidakdewasaan rohani, kuasa yang diberikan Tuhan hanya melulu dianggap sebagai kuasa yang dapat melipatgandakan berkat. Sehingga status sebagai anak-anak Allah hanya dilihat dari seberapa sukses hidup kita. Banyak pengajaran yang memfokuskan bahwa Tuhan menjanjikan kita menjadi kepala bukan ekor itu artinya setiap orang Kristen akan selalu menjadi pemimpin dimanapun mereka berada. Padahal, apa salahnya jika kita hanya menjadi pegawai biasa? Bagaimana dengan orang-orang Kristen yang ada di daerah-daerah pedalaman? Tuhan memang mampu memberkati kita dan membuat kita sukses di segala bidang, tapi kuasa yang menandakan status kita sebagai anak-anak Allah adalah status yang membuat kita berbeda dimanapun kita ditempatkan. Status yang ditandai dengan integritas kita, jadi bukan perkara kita menjadi pemimpin atau tidak, bukan juga kekayaan kita yang menandakan status tersebut.

1 Petrus 1:3-4

“Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.
Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia. “

Oleh Petrus status sebagai anak-anak Allah disebut sebagai kodrat Ilahi. Dan dikatakan bahwa Tuhan menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh. Inilah kuasa yang dimaksud, kuasa untuk hidup saleh bukan untuk mendapatkan kemudahan-kemudahan tapi hidup sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Hidup yang sesuai dengan status kita sebagai anak-anak Allah. Bagaimana caranya agar kita dapat mempergunakan kuasa tersebut? – Oleh pengenalan kita akan Dia. Bagaimana cara mengenal Dia? tentu saja dengan membaca firman-Nya, membiasakan hidup bergaul erat dengan-Nya.

Seberapa jauh kita telah mengenakan status kita sebagai anak-anak Allah? Ini berbicara mengenai seberapa banyak ‘saldo’ yang kita investasikan di kekekalan. Saldo kita di surga adalah harta yang kita kumpulkan di surga.

Matius 6:20 “Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.”

Mengumpulkan harta di surga bukan berarti seberapa banyak kita melakukan persembahan atau perpuluhan. Karena di dalam kekristenan kita tidak mengenal hal itu. Tapi berbicara mengenai seberapa banyak kita telah melakukan kehendak Allah di dalam hidup kita.

Jadi bagaimana cara mengecek ‘saldo’ kita hari ini? Kita dapat mengeceknya dengan cara bertanya – sudahkah kita melakukan kehendak Bapa hari ini?

***

tadinya mu dipublish langsung sehari setelah khotbahnya, tapi karena Richilia ultah tanggal 15, jadi dipublishnya tanggal 15 aja^^ biar sekalian ngucapin Happy Birthday yah! hehe..

Selamat Ulang Tahun Richis, semoga hari lepas hari, Richillia semakin dalam mengenal Tuhan dan semakin sempurna mengenakan status sebagai anak Allah ^^ *biar nyambung ma catatan khotbahnya*

Advertisements