JAGALAH HATI

Jagalah hati, jangan kau nodai …

Jagalah hati, lentera hidup ini …

Pernah denger donk 2 baris lirik lagu diatas. Lagu tersebut cukup beken dan disukai masyarakat karna liriknya yang bagus, simple, dibawakan dengan melodi yang pas dan waktu yang tepat juga (hehehe…komennya kayak pengamat  profesional aja). Hmm…klo gak salah tuh lagu muncul, saat menjelang puasa deh. Kok bisa yah, saudara kita bikin lagu yang liriknya sama dengan yang alkitab katakan? Apakah mereka terinspirasi dari Amsal 4:23 yah? Mungkin aja, coba kita tanyakan kepada Galileo, hehehe…

“Jagalah hati mu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan” Amsal 4:23

Mengapa hati harus dijaga yah?? Pertama, karena hati kita adalah tempat kediaman Allah, tempat Roh Kudus tinggal. Pernah denger lagu, yang liriknya kayak gini.

Jadikan ku milik Mu

Datang dan jadilah seperti yang Kau mau

Slidiki aku, agar Kau tinggal di hatiku

Tinggal dalam hatiku

Ini tempat Mu, Tuhan

Biar semua yang ku buat

Membuka pintu untuk Kau datang

Dan hatiku jadi

Tempat seperti yang Kau mau

Jadikan ku milik Mu

Kedua, karena hati adalah sumber kehidupan, dari hati terpancar kehidupan. Dengan kata lain dari dalam hatilah akan terpancar perkataan, perbuatan, dan pikiran kita. Kita bisa melihat kekhawatiran yang berada di dalam hati seseorang dari cara dia berkata – kata, dari cara dia mengeluarkan pikiran melalui pendapatnya dan dari cara dia bertindak.

“Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu” Amsal 27:19

Ketiga, karena Allah mau pakai kita, makanya kita harus tetap jaga hati kita untuk tetap baik keadaannya. Seperti pelayanan mimbar, biasanya sebelum kita melayani kita pasti siapin diri dan jaga hati. Kalau gak, percuma kita melayani, tetapi hati kita gak ada damai sejahteranya. Pelayanan yang kita kerjakan juga hambar dan gak berdampak apa – apa. Seperti itulah, saat kita mau menjadi berkat buat orang lain, mau mendatangkan pemulihan untuk orang lain, hati dan diri kitalah yang harus dipulihkan terlebih dahulu.

Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.” 1 Samuel 17:6

Menjaga hati itu susah ??

Hati itu cepat banget tersentuh, cepet banget terusik dan cepet banget berubah. Dalam satu hari aja kita bisa merasakan suasana hati yang berdeba – beda. Pagi – pagi bersemangat, bisa tiba – tiba lesu kayak orang yang baru patah hati. Orang yang tertawa, bisa tiba – tiba menanggis. Jadi bagiku,  hati itu bagai benda yang sangat sensitif yang jika disentuh dari arah yang berbeda, bisa menghasilkan reaksi yang berbeda pula. Entah itu sedih, senang, marah, BT, bimbang atau bersemangat.

Hal – hal yang mempengaruhi sikap hati :

  • Kondisi / keadaan / lingkungan kita berada

Contoh : saat kita bangun pagi dan bersemangat untuk bekerja, tapi tiba – tiba yang biasanya jalanan lancar jadi macet. Suasana hati kita pasti berubah, jadi BT dan gelisah karena takut telat. Atau pada saat kita mendengarkan sharing dari sahabat kita. Ketika dia mulai menanggis, tanpa sadar kita pun menitikan air mata dan mulai menanggis bersamanya (sebagian besar cewek kayak gini).

  • Manusia / Orang – orang disekeliling kita

Dari orang yang dekat sama kita, orang yang baru kita kenal sampai orang yang gak kita kenal sekalipun dapat mempengaruhi kondisi hati kita. Contoh : Pada saat mengendarai motor dan secara gak sengaja ada orang lain yang memotong jalan kita yang menyebabkan kita berhenti mendadak. Seberapa banyak orang yang akan tetap tersenyum lalu melanjutkan perjalanannya. Pasti lebih banyak orang yang akan memaki – maki dan melanjutkan perjalanannya dengan amarah.

  • Kita sendiri yang bermasalah

Gak ada angin, gak ada ujan dan gak ada badai, tiba – tiba ngambek. Kenapa hayo?? Kadang orang cuma diliatin aja udah marah – marah, katanya “Apa lu liat – liat ?” atau gampang tersinggung saat liat temennya bisik – bisik di depannya. Jadi ingat ilustrasi seorang hamba Tuhan tentang terasi. Dimana – mana bau terasi dan ia menyalahkan keadaan dan orang – orang disekelilinginya. Ia gak menyadari bahwa bau terasi itu menempel di hidungnya. Sering kali kita begitu menyalahkan keadaan, menyalahkan orang lain atas apa yang kita rasakan. Tanpa menyadari klo kitalah yang begitu sensitif.

Sobat, apa yang aku bagiin ini, aku ambil berdasarkan pengamatan dan apa yang pernah aku alami sendiri. Solusi yang ku punya dan ku praktekan untuk menjaga benda yang sensitif ini untuk tetap baik keadaannya adalah Berdoa setiap hari, dimulai dari pagi hari. Aku selalu minta Tuhan untuk menjaga hatiku supaya aku gak punya hati yang gampang sedih, gampang sakit hati, gampang putus asa, gampang bimbang, dan hal – hal negatif lainnya. Tetapi supaya hatiku selalu ada kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran dan hal – hal lainnya yang Tuhan sukai. Tanpa pertolongan Tuhan aku tidak mampu. Baca Alkitab.

“Semua Firman Allah adalah murni. Ia adalah perisai bagi orang – orang yang berlindung pada-Nya” Amsal 30:5

Dengan membaca Firman Tuhan setiap hari, kita akan diingatkan untuk selalu bertindak hati – hati. Firman Tuhan akan menuntun dan menjaga kita untuk tetap baik keadaannya.

Lontarkan kata – kata yang positif ke diri kita sendiri, perkataan mu itu berkuasa sobat. Bilang ke diri sendiri “Aku mampu gak marah – marah hari ini. Aku mampu tersenyum hari ini, meskipun punya segudang masalah”

Advertisements