DIREMUK… DI SOBEK…

DIREMUK… DI SOBEK…

Kira-kira apa yah yang di remuk dan di sobek ? apakah kerupuk? Oh tidak, apa itu sebuah telur? Tidak juga… (gajebo mode : on), hehe.

Kali ini gw pengen banget bagiin sesuatu yang sangat memberkati gw and bagi temen-temen yang lain juga.

Akhir-akhir ini kebanyakan kita suka yang manis-manis. Apalagi khotbah yang menina bobox-kan. Terus and terus suka yang manis-manis. Bahas berkat berkat dan berkat, kasih karunia kasih karunia… hanya itu yang ingin kita dengar. Kadang kita nggak mau di tegur. Sehingga banyak di antara kita mengalami diabetes rohani. Punya luka yang nggak sembuh-sembuh. Walaupun lukanya sudah lama tetapi nggak sembuh-sembuh dan sukar untuk di sembuhkan, karena sudah terkena penyakit diabetes rohani. Hanya mau yang manis-manis. Padahal yang pahit itu yang selalu menyembuhkan. Contohnya saja obat, walaupun pahit rasanya tetapi menyembuhkan. Contoh lain kalau kita ketemu lebah sering kita bilang “pahit, pahit, pahit” hehe. so, yang pahit itu menyembuhkan.

Apa hubungannya dengan judul di atas? Diremukkan… ketika kita mau dan siap mau di pakai sama Tuhan, Tuhan mau meremukkan kita terlebih dahulu. Meremukkan apa yang ada dalam diri kita. Terutama Tuhan mau meremukkan keangkuhan kita. Satu saat ketika kita sudah menyerahkan and menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan and Juru selamat, kok masalah kayaknya demen banget menghampiri kita. Salah satu kesaksian dari hambaNya waktu dia baru mengalami seperti lahir baru, keuangan keluarganya malah jadi sulit. mau membeli sesuatu saja, hamba Tuhan ini harus berdoa dulu. Padahal dulunya ketika dia masih berada masa manusia lama, dia mudah membeli sesuatu bahkan sering menraktir temen-temennya. Saat masa-masa kesulitannya dia akhirnya mau menerima bantuan dari temen-temennya. Padahal dia sendiri paling nggak mau menerima bantuan dari orang lain. Tetapi dia terima karena dia tahu Tuhan lagi mau meremukkan dirinya. Remuk dari yang namanya keangkuhan.

Di Sobek… layaknya kertas kado. Sebenernya kertas kado itu di ciptakan buat di sobek. Buat apa lagi coba kalau nggak buat di sobek? Kadang ada orang yang mau buka kertas kado itu pelan-pelan, di jaga jangan sampai sobek. Seperti itulah kadang kita dengan dosa. Sayang untuk menyobek dosa. Padahal harusnya dosa itu harus disobek seperti kertas kado.

Setelah kita mau di remuk dan di sobek, kita gunakan hidup sebaik-baiknya. Jangan sampai kita tidak mempergunakan waktu dan hidup dengan sebaik-baiknya. Andai saja salah satu dari kalian di kasi blackberry dari seorang sahabat kalian, apa yang kalian lakukan? Apakah hanya di pajang di dinding, segelnya nggak di buka sampai kapanpun nggak dibuka-buka dengan alasan mau menghargai dan menghormati yang memberikan blackberry itu. atau kita hanya pakai buat telepon dan sms saja. Beh… rugi banget kali. Padahal fasilitas dari handphone blackberry nggak hanya bisa telepon dan sms doang, tapi bisa internetan, radio, ada kamera, bisa BBM (BlackBerry Messangers) dan fasilitas lengkap lainnya. Sayang banget kan kalau kita hanya bisa menggunakan telepon dan sms saja dan nggak mau menggunakan fasilitas lainnya, itu berarti sama saja kita nggak mau hidup maksimal alias hidup di bawah kapasitas rata-rata. Guys, jangan mau hidup kita di bawah kapasitas, yukz kita maksimalkan hidup kita untuk kemuliaanNya. Hidup harus ada tujuannya, agar kita tahu bagaimana kita memaksimalkan hidup kita.

Setelah kita selalu memaksimalkan hidup kita, jadilah jawaban bagi orang di sekelilingmu. Kadang kita sebagai orang Kristen kalau ada salah seorang temen atau sahabat kita yang curhat ama kita, kita malah makin membuat keadaan menjadi kacau bukan malah menenangkan dan memberi solusi. Kita malah membuat masalahnya tambah besar. Padahal seharusnya kita bisa menenangkan dan memberi solusi. Guys, firman Tuhan berkata dalam 2 Raja-raja 6 : 1-7 dan keluaran 15 22 : 26 (tolong di baca yah =)). dalam 2 raja-raja di situ di bilang kalau nabi elisa mengambil mata kapak seseorang yang menebang pohon yang tenggelam dengan menggunakan sebatang pohon dan timbulah mata kapak itu di permukaan air. Kenapa nabi elisa memakai sebatang pohon untuk mencari mata kapak yang tenggelam. Kenapa nabi elisa tidak nyebur berenang untuk mencari mata kapak itu. karena nggak semua hal dipercayakan Tuhan sama kita oleh sebab itu kita harus tetep focus pada pelayanan kita yang udah Tuhan percayakan untuk kita kerjakan. Serta karena Tuhan mau kita dipakai lebih lagi seperti itu juga Tuhan nggak hanya pakai pendeta atau hamba-hanba Tuhan lainnya. Dia juga mau pakai kita untuk terlibat dalam kegerakanNya walaupun kita nggak dikenal atau nggak di perhitungkan tetapi kita bisa membawa solusi bagi sekeliling kita. Apa arti sebenarnya sebatang kayu itu? Kayu berasal dari pohon yang hidup. Ketika kita mengambil sedikit dari batang pohon yang hidup itu lepas dari tubuhnya berarti itu yang disebut kayu. Kayu itu bukan batang pohon yang hidup lagi. Kayu hanyalah sebuah batang pohon yang sudah mati. Begitu juga diri kita, Tuhan mau semua kedagingan kita mati, diremukkan dan di sobek. Agar kita bisa menjadi solusi atau jawaban seperti ketika nabi elisa melemparkan batang kayu itu ke sungai untuk mencari mata kapak yang tenggelam. Memang benar hanya Tuhan yang selalu memberikan jalan keluar atas masalah kita, tapi kita tetap harus membawa solusi dan memberikan rasa aman ketika seseorang membagikan masalahnya kepada kita.

So guys, kiranya kita mau di remukkan oleh Tuhan, mau menyobek-nyobek dosa kita, mau di bentuk dan di proses dalam memaksimalkan hidup dan jadi seperti batang kayu yang bisa jadi solusi bagi setiap orang yang membutuhkan.

By : Ps. Ferry Felani
Rewriter by : me.

Advertisements