Hati-Hati untuk Orang yang Merasa Baik Hati! 

Kalau sebelumnya gua udah berbagi tentang analogi yang ada di buku Mere Christianity, sekarang gua masih akan menulis hal yang gua dapet di buku ini. Ya! Masih episode Mere Christianity sudara-sudara!^^ Tapi kali ini bukan analogi lagi yang mau gua bagi ~walaupun di buku Mere Christianity banyak banget louh analogi-analogi serunya, hanya karena keterbatasan daya penterjemahan saya. Saya harus berpikir berulang kali untuk berbagi :0~~ *maaf T.T

Pernah enggak sih kita menilai orang lain yang memiliki karakter yang buruk? Misalnya aja orang itu sering mengeluh, gampang banget marah, sombong, enggak mau bantuin orang lain. Kadang kita mikirnya kenapa sih buat mereka tuh kayaknya susah banget berbuat baik. Kita aja mungkin kalo ada di posisi mereka enggak akan mudah marah-marah seperti itu, atau kita mungkin bilang kenapa orang lain enggak bisa berbuat baik kayak gini, gak bisa sabar kayak gitu, dan banyak perbandingan lainnya yang kita buat yang akhirnya tanpa kita sadari malah berujung menjadi sebuah penghakiman.

Di bagian-bagian akhir buku Mere Christianity ada kata-kata yang cukup menusuk..

“If you are a nice person—if virtue comes easily to you beware! Much is expected from those to whom much is given.”

Jika kita adalah orang yang baik, jika bagi kita berbuat kebaikan adalah hal yang mudah.. Hati-hati! Kepada orang yang diberi banyak, banyak pula yang akan diharapkan.

Buat gua kata-kata tersebut mengingatkan apa yang Yesus katakan Lukas 18:19 “… Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja. “ Saat kita merasa bahwa kita ini adalah orang yang baik (jika dibandingkan dengan beberapa orang yang kita kenal) kita enggak inget bahwa, karakter baik yang kita miliki sejak lahir itu juga hanya anugerah. Pantes aja Yesus bilang seperti itu, karena pada dasarnya enggak ada manusia yang baik kalo bukan Tuhan yang ngasih ‘modal’ karakter yang baik pada awalnya. Ada yang diberi sedikit, ada yang diberi banyak. Ada yang sangat mudah tersentuh dengan penderitaan orang lain, ada juga orang yang sulit sekali mengasihani orang. Ada yang selalu tertawa dan bersukacita, ada juga yang mudah marah-marah dan mengeluh.

Seperti perumpamaan tentang uang mina Lukas 19:11-27, hamba yang diberi modal banyak juga diharapkan untuk mengembalikannya jauh lebih banyak daripada hamba yang diberi sedikit. Seringkali kita melihat perumpamaan ini hanya untuk hal-hal yang bersifat fisik. Tapi ternyata kata-kata C.S Lewis membuat gua sadar bahwa kita enggak cuma di’modalin’ Tuhan sama hal-hal lahiriah, tapi juga hal-hal yang enggak terlihat, hal-hal yang sering luput dari perhatian kita.

Buat gua pribadi kata-kata tersebut membuat gua berpikir lagi 2 kali untuk menghakimi orang-orang yang terlihat sulit berbuat kebaikan, dan mulai berusaha mengusahakan sedikit ‘modal’ yang gua miliki supaya pada akhirnya gua didapati-Nya berbuah =)


Thanks for reminding me Lord, for every virtue that I have, it is all given by You. Who am I think that I’m a better person than some people? Even if I am, it’s all because of Your grace :’)




Advertisements