Sesuatu yang terbaik, bukan berarti selalu apa yang “gw” inginkan

Sesi curcol, hal yang paling enak agar dunia tau (loh, koq? :D). Gw paling nggak suka dengan judul di atas. Jiaahhh kalau gitu kenapa di kasi judulnya yang itu xD. Begemana ini ? xD. Tapi emang itu judul yang cocok buat tulisan gw yang atu ini xD.
Akhir-akhir ini gw sering di perhadapkan dengan orang-orang yang menyebalkan >,<. Nggak hanya menyebalkan di tambah dengan di perhadapkan dengan orang yang punya mental cemen, nggak hanya sampai di situ aja belum lagi di perhadapkan dengan orang yang tidak profesional dalam memegang satu tanggung jawab. Eiitss nggak cuma itu aja, ditambah lagi ngadapain orang yang secara umur udah masuk dalam katagori ‘dewasa’ tapi gw kayak ngadapin anak-anak sekolah minggu. Ouh God, serasa neraka jadinya dunia ini. Padahal dunia ini kalau di lihat indah banget koq. Indahnya dunia ada lautan, daratan dan udara, chihihihi. Saking indahnya, danau UI tempat Fosca pertama di make over jadi bagusnya minta ampun tuh tempat xD.
Kembali ke topik =). Ngadepin orang seperti yang gw deskripsiin di atas adalah hal yang membuat hati gw ‘lebih besar rasa kekesalan & kecewa gw dari pada rasa kesabaran gw’. Kalau hal ini udah terjadi, bisa gawat xD. Gawatnya pengen teriak di atas gunung tertinggi di Indonesia (udah yakin nggak bakal terlaksana :D).
Sejenak tersadar, semua pasti mendatangkan kebaikan. Nggak semua yang gw inginkan jadi hal yang termanis dan mendatangkan kebaikan. Emang sakit, masalahnya kalau yang sakit adalah ‘hati’ itu menyangkut pada perasaan. Nggak ada obatnya dijual di pasar kalau lagi sakit hati, sakit kecewa, sakit kesel, sakit bete’, sakit sebel and sakit-sakit perasaan yang lainnya. Obatnya cuma pengendalian dari diri sendiri dan membuat keputusan serta pilihan menanggapi semua dengan tindakan positif. Kalau nggak di tanggapi dengan tindakan positif, timbul deh kata-kata yang nggak enak seperti “elu sih gitu, gara-gara elu sih dsb” (cape deh -.-“).
Waktu gw sharing hal ini pada sahabat yang udah gw anggap brother gw sendiri, di ambilah kesimpulan. Sesuatu kesalahan, Tuhan dapat jadikan menjadi kebaikan. Manusia jatuh ke dalam dosa aja, bisa Tuhan jadikan itu sebagai suatu kebaikan. Wow, You are the best deh God.
Now, situasi apapun yang menghampiri gw, kudu survive till the end. Jangan sampai aksi gw hilang sampai kemuliaan Tuhan juga nggak terpancar lagi. Coz kita adalah cahaya yang menerangi. Harus survive pastinya. Bakal nggak enak kalau cahaya itu udah padam. Emang nggak gampang, tapi kita bisa sama-sama belajar^^v. Pastinya kalau hal ini terjadi, gw harus tetep mengasihi dan mendoakan 
I believe in
Something bigger than my troubles
They can't keep me down
This sinking feeling
Starts disappearing on the double
Now that you're around

I am not afraid
To walk into the darkness
Cause I've got the light
I've got my problems
But I know that jesus loves me
And that's alright

Advertisements