Cara yang benar akan menghasilkan dampak yang benar.

Guys… pasti kita tahu, kalau pria dan wanita atau cowok and cewek pasti ada perbedaan dari cara berpikir. Makanya kalau udah cowok dengan cewek yang namanya salah paham, hmm… terjadilah hal-hal yang gak di inginkan seperti : be-ran-tem. Hayoo  sapa diantara kalian yang pernah berantem ama temen lawan jenis? Kalau gw mah jarang, gw kan baek ;P

Okeh sobat, yang namanya beda pendapat atau pandangan itu memang biasa. Tapi terlalu sering atau malah berubah jadi pertengkaran juga gak baik. Banyak yang bilang kalau cowok lebih mikir ke logika, kalau cewek banyak maen perasaan. Nah, disini niy kadang gak ketemu benang merah dari permasalahan. Apalagi kalo cowok udah tahu salah, tapi gengsi atau gak sungguh-sungguh gitu louh “say sorry”, kan kalau gitu bikin bete’, iya gak para ladies? xD Kalau pengalaman gw niy, ada salah paham ama sahabat atau temen gw ‘cowok’ kebanyakan salah paham karna baca sms, hihihihi xD. Secara logika yang cowok fine-fine aja ngetik smsnya tanpa memikirkan situasi and kondisi. Nah, udah gitu kalau suasana hati sebagai seorang wanita lagi badmood, lagi sedih and bla bla bla, wah bisa salah baca intonasi sms. Ini juga udah timbul masalah baru.

Dari beberapa sumber yang gw baca and perenungan gw (ceileh,,) salah satu cara mencegah pertengkaran yaitu mengganti kalimat. Usahakan mengganti kalimat yang cenderung keluar dalam keadaan emosi menjadi kalimat lebih manis and konstruktif. Bagi yang cowok kalau ngomong ama lawan jenisnya lebih berperasaan dikit and tenanglah. Karena hati seorang perempuan itu, agak rapuh gitu louh (cuih, hihihi xD). Nah bagi yang cewek kalau menjelaskan sesuatu jangan ampe bilang “pikir aja sendiri”, jiaahh cowok mana mau kalau di suruh mikir. Cowok kan malas mikir xD. Lebih baik keluarkan kata-kata yang lebih spesifik dari pada membombardir secara personal.

Dunia yang kacau akan bertambah kacau kalau kita gak menggunakan pola komunikasi yang benar. Kesalahpahaman, salah tafsir, akan mudah terjadi dan buat bara api permusuhan waktu kita gak menempatkan diri dengan benar dan menggunakan cara berkomunikasi yang benar juga. Kita gak bisa jamin lawan bicara kita nerima semua gagasan yang kita bincangkan dengan baik and positif ketika kita tanpa sadar gak berkomunikasi dengan baik.

Kalau gw baca di buku renungan gw, salah satu contoh pola komunikasi yang gak baik menjadi perusak kehidupan ini adalah ketika Allah bertanya tentang apa yang terjadi sesaat setelah adam melanggar perintahNya. Bukannya mengakui apa yang telah dilakukan dengan minta ampun kepada Tuhan, ia malah menyalahkan hawa perempuan yang diberikan Tuhan. Demikian juga dengan hawa, ia juga tidak mengakui pelanggarannya. Perempuan itu menyalahkan ular yang  telah menipu dirinya. Pola komunikasi yang kacau ini membuat manusia tidak lagi menggunakan kejujuran dan kerendah-hatian sebagai dasar. Ujung dari pola semacam itu adalah kekacauan dan konflik.

Bagaimana cara berkomunikasi dengan temen kerja, tetangga, saudara seiman, sahabat, maupun para orang tersayang dalam keluarga? So, yukz kita pertahankan hal yang baik, tetep jadi teladan dan mau terus belajar benahi kualitas cara berkomunikasi kita. Karna, cara yang benar akan menghasilkan dampak yang benar juga. Pastikan kondisi juga dalam keadaan terbaik, agar dapat melakukan yang terbaik juga 😀 =) ^0^

Advertisements