laziness is crawling…. 

Genap sudah 3 hari berlalu untuk long weekend kali ini dan 1 hari di depan bisa disebut sebagai injury time. Yeah 4 hari, cukup lama. Dimulai dari pemilihan caleg negeri ini, jumat agung, sampai weekend wajib, sabtu dan minggu dalam suasana paskah. By the way, saya percaya bukan kebetulan pemilihan caleg terjadi dalam suasana paskah, ada sesuatu yang Tuhan persiapkan buat bangsa ini.

Long weekend bagi sebagian orang identik dengan “liburan“, waktunya rekreasi, bersantai-santai sampai bermalas-malasan. Loh, ada yang salah dengan itu? Ini bukan masalah benar atau salah. Mari kita lihat lebih jauh.

Bagi sebagian orang long weekend akan dimanfaatkan untuk hal-hal penting. Hey, hal-hal penting itu tidak selalu berhubungan dengan pekerjaan. Berkumpul dengan keluarga, saling bercengkrama, atau rekreasi keluarga. Hal-hal ini termasuk penting, terutama bagi mereka yang sibuk di hari kerja bahkan yang kerja jauh dari keluarga.

Sebagian lainnya, long weekend atau short weekend sekalipun akan “dimanfaatkan” untuk hal yang sia-sia. Dari clubbing sampai bermalas-malasan penuh. Adakah yang mengatakan clubbing itu hal yang penting dan baik? Lalu bagaimana dengan bermalas-malasan?

Malas merupakan penyakit kronis yang menjalar. Dari bermalas-malasan kadang muncul sesuatu yang “kotor”. Lebih jauh lagi, bermalas-malasan mengakibatkan tubuh lemas dan daya pikir menurun. Oleh karena itu “malas” dianggap sebagai salah satu dosa maut. Berbagai macam bentuk malas dari nonton tv seharian penuh sampai tidur-tiduran sepanjang hari.

Ada tertulis demikian: “Yet a little sleep, a little slumber, a little folding of the hands to sleep: So shall thy poverty come as one that travelleth, and thy want as an armed man”. Tulisan ini mengingatkan sekaligus menegur saya secara pribadi. Yah, saya termasuk barisan orang yang suka bermalas-malasan.

Setiap orang diberi waktu yang sama, 24 jam sehari. Perbedaannya hanya dalam penggunaannya dan semua orang tahu terhadap hal ini. Lalu mengapa masih sempat bermalas-malasan? Ayo bangkit lakukan hal yang berguna. Jadilah manusia yang produktif.

Advertisements